Hasilkarya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar. Seni lukis Kamasan merupakan seni lukis klasik yang biasanya bertema kisah pewayangan, kehidupan bangsawan, dan dongeng binatang. Motif Hias: Hewan dan tumbuhan: Songket, batik, dan burik: Tumbuhan: Bahan: Kain: Bambu: Kayu: Teknik B Benda hias C. Motif hias D. Ruang indah Jawaban: c. 22. Wayang merupakan hasil motif hias seni rupa . A. Satu dimensi B. Tiga dimensi C. Empat dimensi D. Dua dimensi Jawaban: d. 23. Daerah penghasil batik di Pulau Jawa yang terkenal adalah . A. Surabaya B. Magelang C. Pekalongan D. Yogyakarta Jawaban: c. 24. Musik nusantara lahir dari Ragamhias ini dibuat berdasarkan ilmu ukur yang memanfaatkan garis lurus, lengkung, atau gabungan garis lurus dan lengkung dengan pola tertentu, atau bisa dibilang pengulangan. 5. Ragam hias kaligrafi. Ragam hias kaligrafi mendapat banyak pengaruh dari seni Islam yang disebut khat atau seni menulis indah. Jadi ragam hias flora merupakan ragam hias atau motif yang memiliki bentuk atau objek tumbuh-tumbuhan. Ragam hias disini dimaksudkan pada motif atau objek yang biasa digunakan pada sebuah karya seni rupa. Motif dikenal dan digunakan, baik pada karya seni rupa 2 dimensi ataupun karya seni rupa 3 dimensi. 2 Ukiran kayu Jepara adalah contoh dari karya seni rupa . 3. Kain tenun Flores banyak bermotif . 4. Seni rupa yang digunakan sebagai media ekspresi murni dan dapat menumbuhkan rasa senang, rasa haru dan empati disebut . 5. Di bawah ini yang termasuk karya seni rupa murni adalah . 6. Prosesdesain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam aspek lainnya. Maka Anda yang memiliki motif hias seni rupa ialah hal berguna untuk menjadi bahan pemikiran. Berbagai inovasi, kreasi dan ide perlu anda cari untuk mendapat hasil motif hias yang unik, sehingga mendapatkan desain yang sesuai dengan keinginan anda. Pertanyaanbaru di Seni SBR (KD 3.3)Perhatikan tarian berikut ini untuk menjawab soal 1 - 4Manakah tarian yang menggunakan pola lantai lingkaran?Jawab2 Gambarkan pola lantai pada tarian AJawabJelaskan pola lantai pada gambar tarian BlJawab4 Jelaskan pola lantar pada tarian ! c merupakanjenis kain tenun ikat dan merupakan salah satu warisan budaya yang berwujud hasil karya manusia dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) (Kominfo Denpasar, 2020). Keberadaan kain endek di Bali tidak terlepas dari praktik ritual keagamaan. Kain tenun endek bagi masyarakat Bali bukan hanya sebuah kain tenun semata. Wayangmerupakan hasil motif hias seni rupaAdua dimensiBtiga dimensi. Motif hias disini adalah suatu motif yang membentuk keindahaan. Contohnya adalah ragam figuratif dengan objek topeng yang terinspirasi dari wajah manusia. Gagasan ide kreatif tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni termasuk karya seni rupa terapan Nusantara yang Harmoniseni, Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora (vegetal), fauna (animal), fiural (manusia), dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi. Bentuk ragam hias figuratif adalah bentuk ragam hias berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan 0taX1M. Seni tradisi adalah seni yang menjadi bagian hidup masyarakat suatu suku bangsa tertentu. Pada awalnya seni tradisi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari acara atau upacara ritual, baik di lingkungan istana maupun di kalangan masyarakat suatu saat dapat saja seni tradisi musnah, lenyap ditelan zaman tidak lagi ditampilkan, disebabkan keengganan dan ketidakmauan masyarakat untuk melestarikan maupun mengikuti tradisi Patih sabrangan, wayang gedog. mungkin gagrag MangkunegaranSeiring dengan perkembangan zaman yang mana kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berimbas pada meningkatnya taraf hidup masyarakat, tingkat kemakmuran yang semakin tinggi dengan efek adanya kompetisi di berbagai bidang menuntut adanya efisiensi, kepraktisan dalam segala hal, serba instan, praktis, dari sinilah bermula semakin memudarnya seni tradisi yang semakin kurang diminati masyarakat. Diperlukan kearifan dari para pemangku kepentingan di bidang seni tradisi untuk menyiasati perubahan tersebut dan rasa memiliki serta kepedulian masyarakat sehingga seni tradisi tetap diminati masyarakat, menjadi kebanggaan Juga Pengaruh Wayang dalam Karya Sastra, Tokoh dan Watak Karakter Wayang Kulit Jawa Budaya Asli IndonesiaSeni Rupa Tradisi ini dikelompokkan menjadi karya seni rupa dua dimensi tradisi, karya seni rupa tiga dimensi tradisi, dan karya seni kriya Karya Seni Kriya TradisiSeni kriya adalah cabang seni rupa yang proses pembuatannya sangat memerlukan keahlian yang tinggi craftsmanship, sehingga seniman hampir tidak dapat menyisihkan perhatiannya untuk berekspresi. Seni kriya termasuk seni rupa terapan applied art/useful art yang lebih mengedepankan aspek nilai guna dan keindahan/estetika bagi kehidupan manusia. Aspek kegunaan atau fungsi menyangkut nilai praktis dari produk kriya, sehingga proses pembuatannya memerlukan pertimbangan seperti kenyamanan, keluwesan keindahan, diperoleh apabila mempertimbangkan faktor ergonomi, yakni dalam rancangannya memperhitungkan ukuran dan bentuk yang sesuai dengan ukuran proporsi anatomi manusia. Aspek keluwesan diperoleh apabila rancangannya mempertimbangkan fungsi benda kriya, hubungan antara bentuk benda dengan nilai keamanan berkaitan juga dengan faktor ergonomi yaitu agar tidak mencelakakan atau melukai pemakainya. Aspek keindahan atau estetika juga berperan penting dalam merancang sebuah benda kriya. Nilai keindahan akan memberi makna kebanggaan bagi pemilik atau pemakainya. Aspek bahan berpengaruh pada penentuan teknik, bentuk dan kualitas dari benda kriya yang dibuat. Pemakaian bahan alami seperti kulit, kayu, kapas dan sebagainya umum seni kriya tradisi selain mempertimbangkan aspek di atas juga yang paling penting adalah pertimbangan aspek filosofis. Contohnya pada wayang kulit, pembuatnya harus memahami betul tentang aturan baku pakem pembuatan wayang kulit, mulai dari menggambar/menyeket, mempola figur wayang kulit, memahat, mewarnai, finishing akhir dan sebagainya, pembuat harus mengikuti pedoman baku pembuatan wayang kulit perubahan bisa berlaku apabila wayang kulit yang dibuat merupakan karya kreasi baru, gubahan atau karya tradisi memiliki aturan baku. Dalam menenun tradisi pun, seorang penenun juga terikat dengan aturan baku tersebut, seperti misalnya dalam penentuan motif tenunan, seperti tampak pada tenunan ulos dan tradisi pun memiliki motif-motif baku sesuai daerah masing-masing, seperti motif Lasem, Banyumas, Pekalongan, Surakarta, Madura, dan Hias ornamen tradisi juga memiliki aturan baru pakem sesuai daerahnya masing-masing. Seperti motif hias pada ukiran yang diterapkan pada produk furniture misalnya kursi, meja, almari, dan tempat tidur. Motif ukirannya antara lain Jepara, Bali, Pajajaran, Palembang, Minangkabau, Batak, Kalimantan, ukiran Asmat, dan Toraja. Masing-masing memiliki bentuk motif hias ornamen beragam hasil seni tradisi di Indonesia sudah sepatutnya untuk dijaga, dilestarikan, dikembangkan dan dijadikan sumber kebudayaan nasional Juga Pengertian Wayang Kulit, Budaya Jawa Asli Indonesia yang Mendunia Disukai Kaum BuleWayang KulitWayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang berkembang khususnya di wayang dari kata Ma Hyang, artinya menuju kepada roh spiritual, dewa atau Tuhan yang Maha Esa. Namun ada juga yang mengartikan “bayangan”, bahasa Inggrisnya shadow plays, permainan bayangan, puppet artinya wayang kulit dilakukan oleh seorang dalang, sebagai narator dialog dari tokoh pewayangan yang dimainkan, diiringi dengan orkestra musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok pengiring/nayaga dan nyanyian oleh wayang dilakukan dibalik kelir layar yang terbuat dari kain putih, disoroti lampu listrik dahulu lampu minyak yang disebut blencong. Para penonton melihat bayangan yang jatuh di atau cerita pewayangan diambil dari naskah Mahabharata, Ramayana dan cerita oleh Badan PBB UNESCO ditetapkan sebagai “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 7 Nopember fisik, wujud wayang kulit dibuat dari lembaran kulit kerbau yang telah disamak. Lembaran kulit kerbau tersebut lalu dipahat dengan menggunakan tatah besi berujung runcing dalam berbagai bentuk dan ukuran serta berbeda membuat lubang ukiran pada lembar kulit, mewarnai, menghias dengan motif ornamen yang telah baku, merekonstruksi, memasang bagian anatomi tubuh wayang seperti tangan, lengan bagian atas dan siku, disambung memakai sekrup kecil terbuat dari tanduk Juga Pengertian Wayang, Asal-Usul Wayang Kulit sebagai Seni Pertunjukkan Budaya Asli IndonesiaSumber wawasan seni dan desain jilid 1 Daftar isiSejarah Seni WayangPengertian Seni WayangFungsi Seni WayangJenis-jenis Wayang1. Wayang Kulit2. Wayang Bambu3. Wayang Kayu4. Wayang OrangSeni wayang merupakan hasil karya seni rupa dua dimensi asal Indonesia yang sudah terkenal di terkenalnya, seni wayang dinobatkan sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh ini adalah pembahasan mengenai apa itu seni wayang dan munculnya seni wayang sudah ada sejak zaman primitif di mana ketika itu wayang terbentuk dari kumpulan rumput-rumput yang diikat dan digerakkan satu sama itu wayang berkembang tak lagi menggunakan rerumputan saja, melainkan juga menggunakan kulit hasil buruan dan juga kulit ini diperkuat dengan adanya penemuan wayang kulit berumur sangat tua yakni sekitar abad ke 2 adanya pengaruh kerajaan Hindu Budha yang masuk ke dalam Indonesia, akhirnya seni wayang semakin tumbuh dan berkembang menciptakan alur cerita yang dapat dinikmati oleh ketika kerajaan Islam tumbuh dan perlahan menggeser kerajaan Hindu tokoh agama seperti Sunan Kalijaga ikut andil mengembangkan seni wayang yang digunakan dalam dakwahnya mengenai agama Kalijaga menciptakan seni wayang yang lebih menarik dan menyenangkan untuk ditonton yaitu dengan menambahkan iringan-iringan alat musik tradisional seperti sinilah akhirnya banyak daerah yang terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru dan melahirkan berbagai macam jenis seni wayang semakin terkenal dan akhirnya dinobatkan sebagai warisan dari Indonesia dalam seni bertutur yang tak ternilai harganya di Seni WayangSeni Wayang merupakan jenis kesenian yang berasal dari Indonesia yang menggambarkan tentang alur cerita tertentu menggunakan boneka yang digerakkan oleh satu atau beberapa seni wayang umumnya diiringi oleh alat musik tradisional ansambel dan juga ada beberapa penyanyi wayang sangat populer di daerah Jawa dan Bali, meski di beberapa daerah lainnya seperti Sumatera, Semenanjung Melaya, dll juga terkenal karena sempat dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, Hindu dan Seni WayangBerikut ini adalah fungsi-fungsi dari adanya seni wayang diantaranyaSebagai wadah untuk melestarikan budaya daerah serta cerita-cerita penggambaran antara dua kelompok yang berbeda yaitu kelompok dengan watak yang baik dan kelompok dengan watak sarana untuk menanamkan jiwa sosial karena biasanya pagelaran wayang diadakan besar-besaran dan mengumpulkan banyak media untuk hiburan sarana pendidikan budi pekerti karena memberikan pesan-pesan dan amanat di dalam WayangBerikut ini merupakan jenis-jenis wayang diantaranya1. Wayang KulitWayang kulit merupakan jenis wayang yang terbuat dari lembaran kulit kerbau yang telah PurwaWayang Purwa merupakan jenis wayang kulit yang memiliki umur lebih tua dibandingkan jenis wayang Purwa berkisar antara cerita Ramayana dan MadyaWayang Madya merupakan wayang buatan Mangkunegara IV dan merupakan peralihan dari cerita wayang Purwa menuju ke cerita wayang wayang Madya yang paling terkenal adalah GedogWayang Gedog muncul di sekitar zaman kerajaan Kediri dan kerajaan wayang Gedog merupakan cerita antara Sri Gatayu hingga cerita Prabu Kuda DuparaWayang Dupara merupakan jenis wayang yang diciptakan oleh keponakan Mangkunegara IV tahun mengenai kerajaan Demak, kerajaan Mataram, kerajaan Pajajaran hingga masa WahyuWayang Wahyu merupakan jenis wayang kulit yang menampilkan tentang ajaran Kristiani terutama SuluhWayang Suluh merupakan jenis wayang kulit yang menceritakan kehidupan masyarakat KancilWayang Kancil merupakan jenis wayang kulit yang menceritakan tentang kehidupan seekor kancil disertai amanat-amanat di CalonarangWayang Calonarang merupakan wayang kulit khas Bali yang menceritakan tentang dunia magis dan KrucilWayang Krucil merupakan jenis wayang kulit yang berukuran kecil dari daerah Blora, Jawa SasakWayang Sasak merupakan jenis wayang kulit yang berasal dari daerah SadatWayang Sadat merupakan jenis wayang kulit yang dijadikan sebagai media dakwah penyebaran agama ParwaWayang Parwa merupakan jenis wayang kulit khas Bali yang membawakan cerita-cerita MahabharataWayang ArjaWayang Arja merupakan jenis wayang kulit buatan seorang dalang bernama I Made Sidja sekitar tahun GambuhWayang Gambuh merupakan jenis wayang kulit khas Bali yang cerita ceritanya mirip seperti wayang BeberWayang Beber merupakan jenis wayang kulit yang dibeber atau direntangkan berupa lembaran-lembaran dan muncul di jaman sebelum Islam masuk ke Wayang BambuWayang bambu merupakan wayang yang terbuat dari bahan berupa batang bambu bagian wayang bambu adalah Wayang Golek Langkung yang berasal dari Wayang KayuWayang kayu merupakan jenis wayang yang dibuat dari bahan contohnya Wayang Klithik yang terbuat dari bahan kayu Wayang OrangWayang orang merupakan jenis wayang yang diperankan oleh manusia dua jenis wayang orang yaituWayang GungWayang jenis ini berasal dari daerah Kalimantan lebih tepatnya dimainkan oleh para suku TopengWayang jenis ini dimainkan oleh orang-orang yang menggunakan topeng dan dibarengi oleh tabuhan tabuhan musik tradisional seperti gamelan. – Kesenian mengacu pada nilai keindahan estetika yang berasal dari verbal hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Nusantara dikenal mempunyai beraneka ragam motif hias. Motif hias disebut juga ornamen, motif hias dimiliki oleh setiap kawasan Nusantara. Motif hias pada karya seni rupa Nusantara memakai motif-motif tertentu, sesuai kekhasan tradisi daerah masing-masing. Motif hias tersebut dibentuk pada bidang-bidang, contohnya segi tiga, segi empat, dan bundar. Motif-motif hias itu antara lain motif hewan, manusia, geometris, dan motif lain. Ada bermacam-macam motif hias, seperti motif tumbuhan, hewan, manusia, dan motif lain. Motif-motif hias tersebut terdapat pada kain songket, tenun, celup ikat, dan batik. Berikut acuan-acuan motif tumbuhan, hewan, insan dan motif lain. A. Motif Tumbuhan Motif flora atau sulur-suluran banyak terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk-bentuk yang telah distilir. Motif tersebut diterakan pada berbagai alat atau media mirip kayu, watu, dan logam. Motif hias tersebut tersebut berfungsi sebagai dekoratif atau sebagai penghias bidang. Beberapa pola motif tumbuh-tumbuhan terdapat pada serambi muka rumah adab jawa dan Madura. paso kuningan, dan tempat sirih dari Kalimantan Selatan, baskom emas dari klungkung, tempolong dari Jakarta, sarung keris dari Jawa Tengah, tudung emas dan pending perak dari Bima, talam perunggu dari Sidoarjo, dan pada talam perak dari Bima. Motif hias tanaman juga banyak terdapat pada kain batik, wujudnya berupa hiasan yang diperoleh dari obyek yang distilir, motif hias tersebut mampu menentukan suatu kain batik pada corak-corak tertentu seperti corak ceplok, corak parang, corak semen, corak wirasat. Motif tumbuhan seperti haknya pada karya seni rupa dua dimensi merupakan lambang kesuburan. Terutama pada motif pohon hayat dan gunungan pada wayang kulit. B. Motif Hewan Motif hewan pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk bentuk alami atau yang telah digayakan. Motif hias tersebut dapat berupa motif hias yang diterakan pada suatu media atau berupa karya seni rupa itu sendiri. Beberapa contoh motif hias hewan mampu ditemukan pada tongkat dan hiasan rumah batak yang berupa motif hias binatang kerbau. Selain itu juga terdapat pada tiang rumah dan keranda jenazah Toraja. Motif hias gajah terdapat pada batu nisan di Mandailing, keris Bali dan Surakarta. hulu keris Cirebon dan Jawa, Motif hias kuda terdapat pada bahtera penjenazahan dan kerikil nisan Batak, nekara dari Kalimantan, dan kacip besi dari Bali. Motif singa pada keris Jawa dan Bali, bubungan atap rumah Bali. Motif hias burung terdapat pada topi penjuang suku Dayak, perahu akhir hayat suku dayak. Motif hias burung garuda terdapat pada lampu wayang dari Jawa, tiang pelita kayu dari Jawa Barat, pelita kuningan dari Surabaya, dan anglo tanah dari Cirebon. Motif hias ular terdapat pada yoni di Tulungagung, pancuran air kuningan dari Cirebon, keris dari Jawa, cagak gambang kayu dari Jawa, klekes karapan sape dari Madura. Sementara motif hias berupa kura-kura terdapat pada pinggan kayu dari Kalimantan Barat. Motif binatang banyak terdapat pada kain songket dan kain tenun. Motif hias tersebut berupa bentuk-bentuk hewan yang di stilir atau disederhanakan. Contohnya adalah motif kerbau dan motif burung. Selain merupakan lambang benua atas dan bawah, mirip halnya pada karya dua dimensi. Motif hias hewan pada karya seni rupa tiga dimensi memiliki makna yang lain. Beberapa diantaranya merupakan titian bagi orang yang sudah meninggal. Misalnya saja pada motif hias kuda pada perahu penjenazahan dan nisan suku Batak, serta motif kerbau pada suku Toraja. C. Motif Manusia Motif hias insan banyak terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi yang ada di Nusantara. Motif insan biasanya berupa karya seni rupa itu sendiri yang lebih seperti bentuk aslinya. Selain itu motif insan ada yang berbentuk wayang dan topeng yang terdapat di beberapa kawasan yang ada di Nusantara. Karya seni rupa tersebut terbuat dari bahan kayu, batu, atau logam. Contoh karya seni rupa dengan motif manusia antara lain keris besi Majapahit dan Surakarta, tegal dan Yogyakarta, hulu keris gading dari Cirebon, Jawa Tengah, Buleleng, hulu keris kayu dari jawa, hulu keris emas dari Jawa Tenga, Bali, dan Goa. Dan beberapa bentuk patung misalnya di Muntilan Jawa Tengah, Kasongan, Trowulan, Bali, dan Asmat. Motif hias wayang contohnya terdapat pada piala air suci dari Denpasar, keris dari Jawa Barat, cerana tertutup dari Semarang, mangkuk kuningan dari Kalimantan, mainan dakon dan rebab dari Jawa Barat. Motif manusia dapat terdapat pada kain tenun dan songket, motif hias tersebut juga berbentuk manusia yang distilir atau disederhanakan, contohnya yaitu kain tenun songket yang menggambarkan kejadian penjajahan indonesia . Ragam hias yang terdapat pada topeng-topeng yang ada di Nusantara contohnya saja topeng dari Sumatera berbentuk penstiliran yang masih mendekati raut insan. Bentuk hiasannya berupa bentuk-bentuk motif-motif pilin berganda. Topeng dari jawa lebih menonjolkan aksara setiap topeng yang menggambarkan seorang tokoh dalam cerita. Motif hias pada bagian atas dan samping menggambarkan suatu aksesoris. Sementara topeng dari Bali banyak didominasi oleh ragam hias sulur-suluran. Sedangkan topeng dari suku Dayak banyak menggunakan motif hias berupa penstiliran bentuk-bentuk alam, termasuk bagian mata, hidung, dan lisan. Topeng dari Papua memiliki motif yang khas alasannya adalah raut muka dibuat dengan ornamen-ornamen sederhana. Motif hias pada karya seni rupa tiga dimensi melambangkan nenek moyang atau lambang kesaktian. D. Motif Ilmu Ukur Motif ilmu ukur yang tertera pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk-bentuk tumpal, pilin berganda meander, dan swastika. Salah satu acuan motif hias ilmu ukur terdapat pada periuk tertutup dari Makasar, pada hiasan rumah Toraja. Bentuk tumpal terdapat pada genderang kayu dari Kalmantan, pada candi Naga di Blitar. Sedangkan motif hias pilin berganda terdapat pada haluan perahu dari Tanimbar, dan motif hias meander terdapat pada lemari kecil yang berasal dari Palembang, pada koben atau perisai suku Wawi Anim dari Papua. Dari beberapa motif hias ilmu ukur yang ada, beberapa diantaranya sudah diketahui maknanya. Misalnya saja motif swastika sebagai lambang matahari. Masih ada beberapa motif ilmu ukur yang sulit dikelompokkan contohnya saja motif pengecap api dan pinggir awan. E. Motif Berupa Adegan Motif hias berupa adegan dalam karya seni rupa tiga dimensi dapat disejajarkan dengan motif hias pada kain batik. Jika pada batik motif-motif yang dipadukan embentuk corak batik, sedangkan pada karya seni rupa tiga dimensi motif-motif yang dipadukan mebentuk relief berupa adegan. Pada kain batik terdapat beberapa motif hias, demikian pula pada suatu adegan. Dalam suatu adengan terdapat motif insan, binatang, tumbuhan, dan benda-benda yang berkaitan dengan adegan tersebut. Bentuk sikap atau gaya motif hias akan memilih makna dari adengan tersebut. Contoh motif hias berupa adegan banyak terdapat pada relief. Misalnya saja relief wacana Budha di Candi Borobudur, relief perihal Ramayana pada Candi Prambanan, relief tentang kehidupan pada Candi Panataran, relief wacana sejarah perjuangan pada Tugu Monumen Nasional, dan aneka macam relief pada monumen-monumen perjuangan yang lainnya. Motif-motif hias pada karya senia rupa tiga dimensi dari banyak sekali daerah memiliki keunikan dan ciri khas sendiri-sendiri. Baik dari segi bentuk, teknik pembuatan maupun sejarah keberadaannya masing-masing memiliki ciri yang khas. Terima kasih telah membaca artikel di website semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!